Kamis, 17 Juli 2014

Tato dan Telinga Panjang sebagai Identitas Masyarakat Dayak

BY Wisnu IN No comments


1. Tato
Sumber

Dulu tato biasanya identik dengan yang namanya premanisme ataupun kekerasan, dizaman sekarang ini tato menjadi sebuah karya seni. Tak jarang sekarang baik laki-laki maupun perempuan sudah banyak yang bertato. Disuku Dayak juga memiliki kebudayaan untuk mentato bagian tubuhnya. Pada jaman dahulu tato dibuat menggunakan alat tradisional yaitu duri dari pohon jeruk, namun seiring perkembangan zaman sekarang menggunakan beberapa jarum yang ditaruh disebilah kayu. Tintanya pun menggunakan bahan-bahan tradisional yaitu jelaga yang dicampur dengan aram. Tato sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Dayak. Tato juga dapat menunjukan status social orang tersebut.

Perbandingan Tato Modern dengan Tato dari Suku Dayak 

Disebelah kiri merupakan tato modern sedangkan gambar kanan merupakan tato suku Dayak



Setiap suku Dayak memiliki motif tato yang berbeda-beda, namun tujuannya tetap sama yaitu sebagai penerangan dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian setelah kematian. Tidak semua orang dapat membuat tato ditubuhnya bagi masyarakat Dayak. Ada aturan-aturannya seperti motif dan bagian tubuh yang ditato karena sebelumnya ia harus tunduk kepada aturan-aturan adat.

Beberapa arti tato bagi suku Dayak :
Tato disekitar jari tangan menunjukan orang tersebut adalah ahli pengobatan. Semakin banyak tato di tangannya, maka menunjukan orang tersebut semakin banyak menolong dan ahli dalam pengobatan

Tatto burung enggang yang merupakan burung keramat masyarakat Dayak, biasanya tatto ini diberikan kepada Golongan Bangsawan 


Pada suku Dayak Kenyah dan Dayak Kayan di Kalimantan Timur, banyaknya tato pada seseorang menandakan orang tersebut sudah sering mengembara.

2. Memanjangkan Telinga Bagi Suku Dayak

Tradisi ini juga sudah menjadi bagian dari Suku Dayak. Ada yang bilang bahwa memanjangkan telingan merupakan sebagai pembeda antara kaum bangsawan dan kaum biasa. Anting-anting juga dapat diartikan sebagai penunjuk umur orang tersebut. Tak hanya wanita laki-laki pun juga memanjangkan telinganya, namun ada aturannya, untuk laki-laki memanjangkan telinga tidak melebihi bahu, sedangkan untuk kaum perempuan boleh memanjangkannya sebatas dada, proses penindikan dilakukan sejak masa kanak-kanak.

Tradisi ini sudah hamper punah,hanya beberapa orang yang masih memiliki telinga panjang ini. 






0 komentar:

Posting Komentar